EPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengindikasi adanya kecurangan yang dilakukan tujuh perusahaan yang bergerak di bidang sawit. Kecurangan ini berupa penjualan lahan hutan yang akan dijual kepada pihak asing.
Direktur Jenderal Planologi dan Tata Lingkungan, KLHK, San Afri Awang menjelaskan, pihaknya sudah cukup lama melakukan investigasi atas sejumlah perusahaan yang telah mendapatkan izin pengelolaan lahan untuk perkebunan sawit di Merauke, Papua. Dari hasil penyelidikan, sedikitnya terdapat tujuh perusahaan yang terpantau akan menjual lahan mereka kepada pihak asing.
Selengkapnya : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/16/05/20/o7h03y382-7-perusahaan-sawit-diindikasi-menjual-lahan-ke-pihak-asing
Tampilkan postingan dengan label @ Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ Papua. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 September 2016
Wetlands Rekomendasikan Moratorium Perluasan Perkebunan Kelapa Sawit Di Papua
Bisnis.com, JAKARTA – Wetlands International merekomendasikan kepada pemerintah untuk menghentikan sementara ekspansi perkebunan kelapa sawit di Provinsi Papua dan Papua Barat karena dapat menenggelamkan daratan kedua daerah paling timur Indonesia itu.
Wetland International adalah LSM global yang bergerak di bidang konservasi dan restorasi wilayah bertanah basah.
Perusahaan Kuasai 14 Juta Hektare Lahan dan Hutan Papua
TANAH Papua bak magnit bagi investor. Sampai 2012, tanah yang dikuasai sejumlah perusahaan di Papua maupun Papua Barat, mencapai 14.045.562 hektare. Masyarakat Papua pun makin terjepit.
Jumlah pengkaplingan ini dari analisis pengkaplingan tanah Papua oleh Forum Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat (Foker-LSM) Papua dengan sejumlah LSM pengiat lingkungan di Papua.
Mantan Sekretaris Eksekutif Foker LSM-Papua, Septer Manufandu mengatakan, tanah dikapling terus menerus setiap tahun mengakibatkan orang Papua tersingkir.
Langganan:
Postingan (Atom)